Masjidil Haram, Mekah

Masjidil Haram, Mekah

Siapa yang tak kenal dengan masjid satu ini? Masjid kebanggan seluruh umat islam di dunia yang ada di Mekah, yaitu masjidil Haram. Berbondong-bondong umat muslim datang ke Mekah untuk melaksanakan ibadah haji dan melakukan ibadah shalat di masjidil Haram. Berbagai umat islam dari penjuru dunia mengunjungi masjidil Haram setiap waktu terutama ketika akan melaksanakan ibadah Haji dan ibadah Umroh.

kemegahan di masjidil haram

Sebelun didirikannya masjidil Haram di Mekah, tempat ini merupakan hamparan lahan yang sangat luas dan kosong. Hanya terdapat pasir tandus membentang yang terasa panas di siang hari namun terasa sangat dingin ketika malam tiba. Bermula ketika Nabi Ibrahim as datang bersama istrin dan anaknya yaitu Siti Hajar dan Ismail as ke wilayah ini. Terlihat jelas gurun yang begitu tandus dan panas membuat mereka kehausan karena sama sekali tidak terdapat sumber air. Namun atas kekuasaan Allah SWT menciptakan sumber air yang hingga kini terkenal dengan air zam-zam. Sumber air zam-zam dari dulu hingga saa ini masih terus megalir dan selalu digunakan oleh umat mulim untuk di minum. Sejak saat itu pun wilayah tandus nan kering tersebut menjadi tempat munculnya peradaban baru bagi dunia Islam dan sering waktu semakin berkembang.

Selanjutnya Nabi Ibrahim mendapatkan wahyu agar mendirikan Ka’bah yang saat ini menjadi pusat kiblat umat muslim seluruh dunia. Sebenarnya dahulu sudah ada Kabah yang dibuat oleh Nabi Adam, namun saat itu Ka’bah hancur terkena musibah banjir bandang pada masa Nabi Nuh. Sehingga ketika masa nabi Ibrahim as dibangun kembali Ka’bah dan tempatnya pesris pada tempat Ka’bah yang pertama kali didirikan oleh Nabi Adam.

Mulailah pembangunan Ka’bah oleh Nabi Ibrahm as dan Nab Ismail as pada tahun 1500 SM. Bahan yang digunakan untuk membangun Ka’bah pada saat itu adalah bebatuan yang didapatkan dari bukit Hira, Qubays dan dari tempat lainnya pada bagian atap masjid sebelumnya tidak terdapat atap melainkan hanya empat tembok persegi dan dipasangkan 2 pintu.

interior masjidil haram

Pada salah satu sisi Ka’bah terdapat batu Hitam Besar yang sangat dikenal oleh jutaan umat muslim di dunia, yaitu Batu Hajar Aswad. Batu ini sangat istimewa karena merupakan batu yang diberikan oleh malaikat Jibril, bahkan hingga saat ini jutaan umat muslim dari penjuru dunia selalu mencium Hajar aswad ketika sedang melaksanakan ibadah Haji. Setelah pembanguan Ka’bah selesai, Nabi Ibrahim as menyeru ke seluruh umat muslim agar mengunjugi Ka’bah. Kejadian inilah yang merupkan awal mulanya dari ibadah haji.

Pada saat itu Ka’bah tidak memiliki atap dan tmboknya pun sangat rendah dengan ukurannya hanya 2 meter sehingga banyak barang berharga yang berada disana selalu hilang dicuri. Maka dibangunlah renovasi Ka’bah dengan bangunan yang baru oleh Al-Walid bin Al-Mughirah Al-Makhzumy. Setelah dibangun ulang, terjadi lagi banjir bandang pada saat Rasulullah belum diangkat menjadi Rasul. Namun saat itu terjadi  perselisihan tentang siapa yang akan memindahkan batu Hajar Aswad. Akhirnya Rasulullah meminta ke empat suku yang berada diwilayah tersebut untuk memindahkan batu hajar Aswad dengan menggunakan kain. Ini bertujuan agar menghindari dari konflik dan perpecahan dari kalangan bangsa Arab.

Ssebelumnya Ka’bah berada diruang empit terbuka di tengah Masjidil Haram. Lalu pada akhir tahun 700-an dilakukan renovasi yang mengubah tiang kayu masjid diganti dengan bahan batu marmer dan dibangun juga menara serta sayap-sayap masjid semakin diperluas. Pembangunan renovasi tersebut dilakukan karena semakin berkembang dan bertambahnya para jamaah Haji yang datang ke Masjidil Haram Mekah dari berbagai pelosok dunia.

sejarah Masjidil Haram, saat ini akan membahas bagian arsitektur Masjidil Haram. Masjidil Haram adalah masjid pertama terbesar di dunia memiliki luas 356.800 m2 yang dapat menampung para jamaah hingga 820.000 jamaah, bahan ketika dilksanakan shalat Id para jamaah bisa mencapai jumlah dua juta untuk melaksanakan shalat sunnah tersebut.

masjidil haram di mekah

Masjidl Haram merupakan masjid yang luar biasa megah dan siapa pun yang datang melihatnya pasti terpukau oleh bengunan menakjubkan tersebut. Pernah terjadi  beberapa kali renovasi salah satunya ketika bulan Agustus tahun 2011 lalu tepatnya pada masa kekuasaan Raja Abdullah bin Abdul Aziz, perluasan area masjid ditambahkn menjadi 400.000 m2 yang sebelumnya memiliki luas 356.000 m2. D itambah juga dua menara masjid dan sebuah gerbang yang diberikan nama gerbang Raja Abdullah. Kemudian pada tahun 2015 dibawah kekuasan Raja Salman bin Abdul Aziz  yang membangun beberapa bangunan baru seperti gedung, terowongan, sebuah jalan lingkar serta gedung-gedung yang telah disiapkan untuk para jamaah haji tinggal atau beristrahat. Bahkan pembangunan tersebut dapat mengakomodasi lebih dari 1.6 juta jamaah haji. Ditambah dengan perluasan bangunan yang telah mencakup 1.47 juta meter persegi dan 78 gerbang baru. Selain itu, ditambah juga dengan adanya fasilitas seperti eskalator dengan jumlah 680, 24 elevator yang disediakan khusus untuk jamaah yang memiliki berkebutuhan khusus, 21.000 toilet dan tempat wudhu serta terdapat enam lantai untuk melaksanakan ibadah shalat. Sebesar 26.6 miliar Dolar AS dibutuhkan untuk proyek  besar tersebut dan menghasilkan masjid luar biasa megah.

Seorang arsitek dari Turki dipilih oleh Sultan Salim untuk merenovasi kembali bangunan Masjidil Haram, dia adalah Mimar Sinan  dia melakukan renovasi Masjidi Haram secara keseluruhan menjadikan bangunan masjid tersebut semakin kokoh, megah dan memiliki nilai seni tinggi. Sang arsitek mengganti bagian atap masjid dengan kubah yang awalnya bagian tersebut hanya rata. Lalu ditambahkan dengan hiasan kaligrafi pada bagian dalam kubah tersebut. Selain itu, Sinan menambhakan juga pilar berjumlah enam macam untuk menyangga bangunan masjid tersebut yang hingga kini disebut-sebut sebagai bentuk arsitektur masjid modern.

Salah satu bagian masjid yang telah dilakukan renovasi adalah adanya atap-atap kecil berbentuk kerucut yang masih terlihat utuh hingga saat ini sebelum terjadi kembali renovasi besar-besaran pada tahun 2013-2016. Namun terjadi banjir bandang yang mengakibatkan kerusakan pada masjid dan Ka’bah di tahun 1621 dan 1629. Lalu dibangun kembali menggunaka batu-batu dari Mekah untuk bagian Ka’bah dan Masjidil Haram pada tahun 1629 di masa kekuasaan Sultan Murad IV.

interior masjidil haram

Sinan sebagai arsitek Masjidil Haram memiliki ciri yang khas dalam membangunn masjid umat islam tersebut. Dilihat dari pola bangunan yang memanfaatkan cahaya dan bayangan, kesejukan, angin dan sirkulasinya dan beberapa macam cara agar terjaga dari berbagai cuaca. Terdapat juga menara yang berjumlah sembilan dengan tinggi mencapa 89 meter atau 92 kaki. Menara tersebut dikelompokkan menjadi dua, pertama menara-menara terdahulu yang bernama menara diatas pintu Raja Abdu Aziz, menara di atas pintu Raja Fahd, menara diatas pintu Umrah, menara di atas pintu Al-Fath, menara di atas pntu Ash-Sofa. Sedangkan menara baru berjumlah tiga yaitu menara di atas pintu Raja Abdullah, menara di bagian tenggara dan di bagian barat laut.

Disana juga terdapat terowongan bawah tanah untuk kendaraan agar terhindar dari kemacetan lalu lintas. Terowongan tersebut memiliki panjang 1500 m terbentang dari jembatan Asy Syubikah sebelah barat hingga ke jembatan Jabal Abu Qubais sebelah timur. Terowongna tersebut dilengkapi dengan empat terminal, sistem pencahayaan, CCTV dan pengaturan udara.

Itulah berbagai arsitektur yang dimiliki oleh Masjidil Haram dengan arsitektur internasnasional dengan bangunan Usmani karena di bangun secara bear-besaran pada masa Turki Usmani di tahun 979 H atau 1571 M.