Masjid Saksi Sejarah Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Masjid Saksi Sejarah Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Masjid dan perang kemerdekaan Indonesia, adalah suatu yang tidak terpisahkan. Pada masa itu, banyak masjid yang beralih fungsi menjadi  pusat komando dan basis perjuangan melawan penjajah.

 

Berikut adalah beberapa masjid, dari sekian banyak masjid di seluruh Indonesia yang punya hubungan sejarah dengan perang kemerdekaan Indonesia, masjid yang turut menjadi saksi perjuangan rakyat Indonesia dalam melawan penjajah.

 

Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh

 

Masjid Raya Baiurrahman, Aceht

 

Masjid Raya Baiturrahman, mungkin adalah salah satu masjid yang punya sejarah paling panjang dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dalam perjalanannya, masjid ini pernah dibumihanguskan oleh Belanda saat serangan ke Koetaradja (Banda Aceh) pada 10 April 1873. Runtuhnya bangunan masjid memicu meletusnya perlawanan masyarakat Aceh. Mereka berjuang mempertahankan masjid hingga darah penghabisan. Pada pertempuran tersebut, pihak Belanda kehilangan seorang panglima mereka, Major General Johan Harmen Rudolf Köhler pada 14 April 1873, akibat ditembak dengan menggunakan senapan oleh seorang pasukan perang Kesultanan Aceh yang kemudian diabadikan tempat tertembaknya pada sebuah monumen kecil dibawah pohon kelumpang yang berada di dekat pintu masuk sebelah utara Masjid Raya Baiturrahman.

 

Sebagai markas perang dan benteng pertahanan rakyat Aceh, Masjid Raya Baiturrahman digunakan sebagai tempat bagi seluruh pasukan perang Kesultanan Aceh berkumpul untuk menyusun strategi dan taktik perang. Sejarah mencatat bahwa pahlawan-pahlawan nasional Aceh seperti Teuku Umar dan Cut Nyak Dhien turut serta mengambil andil dalam mempertahankan Masjid Raya Baiturrahman.

 

Masjid Al-Mujahidin Cibarusah, Bekasi

 

Masjid Al Mujahidin Cibarusah, Bekasi

 

Banyak masyarakat Indonesia yang belum mengenal lebih jauh Masjid al-Mujahidin yang terletak di Cibarusah Bekasi ini. Masjid ini berada di kampung Babakan Desa Cibarusah Kota atau  biasa di sebut Masjid KBC atau Masjid Kampung Babakan Cibarusah. Masjid Al Mujahidin didirikan pada jaman kolonial Belanda, yaitu pada bulan Juni tahun 1937. Masjid tua ini menjadi saksi sejarah perjuangan heroik umat Islam di dalam melawan dan mengusir penjajah di Nusantara. Pada masa perjuangan kemerdekaan melawan Belanda dan Jepang Masjid al-Mujahidin ini menjadi markas serta kamp pelatihan pasukan Laskar Hizbullah, pasukan perang bentukan Masyumi tahun 1944 M.

 

Di pintu utama masjid Al Mujahidin di bagian atas terdapat tulisan kaligrafi Arab tersebut, jika di terjemahkan dengan bahasa Indonesia kurang lebih seperti berikut ini: "Masjid Al Mujahidin Babakan Kota Cibarusah, Juni 1937, Robiul Awal 1358" Kemudian ada juga logo Laskar Hizbullah dan sebuah prasasti yang menempel pada salah satu dinding dari ke enam tiang yang ada bertuliskan bahasa Belanda "HERBOUWD 1935 / 1935 COMITE MASDJID".

 

Masjid Cipari, Garut

 

Masjid Cipari, Garut

 

Masjid Asy-Syura atau juga disebut Masjid Cipari adalah salah satu masjid tertua di Kabupaten Garut. Masjid yang berlokasi di desa Cipari, kecamatan Pangatikan ini mulai dibangun tahun 1895 dalam kompleks pesantren, namun baru selesai pada tahun 1934. Pendirinya adalah K.H. Yusuf Taudziri. Masjid ini memiliki keunikan karena mirip dengan bangunan gereja. Ciri yang menegaskan bahwa bangunan tersebut adalah masjid, hanyalah kubah masjid dan menara masjidnya. 

 

Pada zaman kolonial selain digunakan sebagai masjid dan pasantren , masjid ini sekaligus sebagai tempat latihan perang, pertahanan pejuang kemerdekaan, dan berdirinya PSII cabang Garut. Sedangkan pada zaman kemerdekaan sebagai basis latihan tentara pejuang dan dapur umum.

Latest Article

Masjid Iwye 30 Juni 2022
Masjid Al-Alam 29 Juni 2022
Masjid Raya Birmingham 28 Juni 2022
Masjid Tiban Malang 24 Juni 2022