Masjid Kaca Laban

Masjid Kaca Laban

Pada awalnya masjid ini sebenarnya bernama “Masjid Madinah” atau dalam bahasa india “Madina Mosque”. Namun kemudian lebih dikenal dengan sebutan “Masjid Kaca” atau “Glass Mosque” karena bahan baku yang dipakai pada bagunannya mayoritas menggunakan kaca. Kemudian, karena masjid ini terletak didaerah Laban, maka biasa disebut dengan “Laban Glass Mosque” atau “Masjid Kaca Laban”.

Masjid Kaca Laban

Masjid ini sekaligus menjadi masjid kaca pertama yang ada di India, sekaligus menjadi masjid yang terbesar pada wilayah India, khususnya pada India bagian timur. Saat ini, masjid Kaca Laban dikelola oleh “Shillong Muslim Union” atau Persatuan Muslim Shilong.

Meski disebut-sebut dengan nama masjid kaca, namun struktur masjid tetap menggunakan beton bertulang, begitu juga dengan pondasi sebagai tumpuan masjid bertingkat seperti pada umumnya. Hanya saja, memang sebagian besar interior dan eksteriornya berasal dari bahan baku kaca atau gelas, yang digunakan pada seluruh penutup bagian luarnya. Sehingga, jika dilihat dari luar, masjid ini tampak benar-benar seperti sebuah bangunan dari kaca. Jika kita melihatnya pada malam hari pada saat lampu-lampu masjid dinyalakan, kita bisa melihat transparansi bagian dalam masjid seakan-akan masjid tersebut tidak memiliki dinding. Kemudian jika dilihat dari kejauhan, masjid ini tampak seperti lampion dengan ukuran jumbo dengan warna hijau.

interior Masjid Kaca Laban

Laban sendiri merupakan nama didaerah dalam kota Shillong. Kemudian Shillong merupakan ibukota negara bagian Meghalya, India. Sebagai informasi, negara India merupakan negara Republik Federasi, yang wilayahnya terdiri dari beberapa negara bagian. Meghalaya terletak di bagian timur india, sekaligus merupakan negara bagian terkecil yang berada di Federasi Republik India.

Negara bagian Meghalaya terletak jauh dari ibukota India, New Delhi, dengan jarak sekitar 1.965 Km dengan jalur darat, atau membutuhkan waktu sekitar 8 jam jika ditempuh dengan jalur udara.

Tidak seperti tetangganya yaitu Negara Bagian Bangladesh yang memiliki mayoritas penduduk muslim, negara bagian Meghalaya hanya memiliki minoritas masyarakat muslim saja. meskipun India masuk dalam negara muslim terbesar ketiga setelah Indonesia dan Pakistan.

Jika kita lihat pada situs Wikipedia, tota penduduk negara Meghalaya hanya sekitar 2.175.000 jiwa saja, atau hanya sekitar 4% jumlah total dari seluruh penduduk dunia yang beragama islam.

Seiring fakta yang sudah terkuah bahwa india memang tidak pernah berhenti diserang oleh pertikaian antara Etnis dan Agama, wajar jika kemudian Vincent H Pala, sebagai Menteri Negara Meghalaya mengatakan bahwa masjid Kaca Laban ini menjadi simbol persatuan umat beragama disana.

Hal itu disampaikan, mengingat banyak sekali masyarakat agama lain yang terlibat dalam pembangunan masjid kaca tersebut, terutama penganut Hindu. Para penganut agama Hindu dengan sukarela membantu pembangunan masjid mulai dari sektor moril mapun materiil, termasuk didalamnya para pekerja beragama hindu yang membantu pembangunan masjid tersebut.

Pembangunan masjid Madina atau masjid kaca ini dimulai pada tanggal 2 November 2007 dan selesai pada tanggal 29 Agustus 2008. Kemudian secara resmi dibuka pada tanggal 18 Oktober 2012 oleh Menteri Negara, Vincect H Pala.

Fasilitas yang disedikan oleh masjid juga sangat lengkap, seperti Perpustakaan, Asrama bagi anak-anak yatim piatu, serta dibangun juga Institut Agama Islam di kompleks masjid tersebut. Sedangkan hiasan pada bagian pelataran, terdapat taman yang luas dengan pepohonan rindang.

Masjid Kaca Laban memiliki Empat lantai setinggi 120 kaki, dengan lebar 61 kaki, sehingga mampu menampung 8.000 jamaah secara bersamaan. Arsitektur masjidnya mengadopsi bangunan masjid pada umumnya dengan kubah besar diatap masjid dan diapit dengan 4 menara yang menulang tinggi.