Masjid dengan Disain Unik di Indonesia

Masjid dengan Disain Unik di Indonesia

Masjid adalah bangunan yang digunakan sebagai tempat ibadah bagi umat muslim. Biasanya bentuk umum dari masjid adalah sebuah bangunan utama dengan kubah masjid berbentuk setengah lingkaran atau menyerupai bentuk biji bawang, disampingnya terdapat sebuah atau beberapa buah menara. 
Tapi tahukah Anda, masjid di Indonesia ternyata ada yang memiliki desain tidak biasa, bahkan unik. Anda penasaran? Kubah GRC membagi informasinya untuk Anda, seperti berikut ini: 

 

Masjid An-Nurumi, Yogyakarta

Masjid An-NurumiMasjid An Nurumi adalah sebuah masjid kecil yang terletak di antara jalan Solo-Jogja. Masjid ini dijuluki masjid permen tak lain adalah karena menara dan kubah masjid yang dipoles dengan warna-warna cerah layaknya permen lolipop. Mesjid ini dikenal juga dengan nama Masjid Kremlin, mengapa? Karena bila diamati lebih jelas, kubah masjid permen mirip seperti atap Katedral Santo Peter di Moskow, Rusia. Bentuk dan warna kubahnya yang unik , membuat orang mengira bangunan masjid ini sebagai tempat bermain. Tanpa melupakan kebudayaan asal, mimbar di bagian dalam masjid ini memiliki mimbar bergaya Jawa.

 

 

 

Masjid Perahu, Jakarta

Masjid Perahu JakartaMasjid yang tak kalah unik juga ada di Casablanca, Jakarta. Masjid ini unik,  karena disamping masjid terdapat bangunan berbentuk seperti perahu. Tak heran bila warga sekitar menyebutnya sebagai Masjid Perahu. Aslinya, masjid ini bernama Al Munada Darussalam. Untuk masuk ke dalam masjid, Anda harus melewati sebuah gang kecil yang diapit oleh Apartemen Casablanca.

 

Bangunan berbentuk kapal yang ada di sebelah masjid, sebenarnya memiliki fungsi sebagai tempat wudhu dan kamar mandi. Di lantai dua kapal, ada tempat beristirahat bagi khatib yang datang dari daerah jauh. Asal mula bangunan perahu ini, ternyata terinspirasi dari kapal Nabi Nuh. Bangunan masjid cukup sederhana, tempat yang digunakan sebagai ruang ibadah hanya memiliki luas 8 X 5 meter. Namun, yang membuat unik adalah di dalam ruangan ada beberapa perlengkapan yang lumayan kuno. Ini terlihat dari lampu gantung klasik yang berfungsi sebagai penerangan.

 

Masjid Pintu 1.000, Tangerang

Masjid Pintu 1000Inilah masjid unik pertama di Indonesia. Nama aslinya adalah Masjid Nurul Yakin. Tidak seperti masjid lain pada umumnya yang memiliki pintu 2 atau paling banyak 10, masjid ini memiliki kurang lebih 1.000 pintu masuk. Wow! Karena keunikannya ini, Masjid Nurul Yakin pun sering disebut dengan nama Masjid Pintu Seribu.

Masjid yang berada di Kampung Bayur, Kabupaten Tangerang, Banten ini semakin unik karena dalam pembangunannya, tidak memakai gambar rancangan. Tidak ada yang tahu dengan pas berapa jumlah pasti pintunya, sekalipun sang penjaga. Di antara pintu-pintu masjid, ada banyak lorong sempit dan gelap, persis seperti labirin. Di ujung lorong, ada beberapa ruang berukuran 4 X 3 meter persegi. Pengunjung pun bisa salat di dalamnya.

 

Masjid Bawah Tanah Tamansari, Yogyakarta

Masjid Bawah Tanah Taman Sari, JogjaTerletak di Taman Sari, Yogyakarta, Masjid Taman Sari dibangun sekitar tahun 1765. Ada dua lantai dengan ruangan berbentuk bulat dan rongga jendela di bagian luarnya. Lantai bawah dipakai untuk jemaah wanita dan lantai atasnya untuk jemaah pria. Tangga dari menuju lantai atasnya ada di tengah-tengah lingkaran. Rupanya ada ruangan sauna yang dulu katanya selalu dipakai raja untuk mandi. Di ruang bawah tanah ada ruangan seperti sel penjara yang disebut ruang tasbih. Di sini juga ada tasbih besar yang terbuat dari kayu. Ukuran masing-masing tasbihnya berdiameter 10 cm dan di 99 butir tasbih itu tertulis Asma’ul Husna.

 

Masjid Cheng Ho, Surabaya

Masjid Cheng Ho, SurabayaMasjid Cheng Ho atau Masjid Muhammad Cheng Ho ialah bangunan masjid yang menyerupai kelenteng. Bangunan ini berada di Jalan Gading No 2, Surabaya. Jika datang ke masjid ini, Anda akan melihat bangunan masjid yang di dominasi warna merah, hijau, dan kuning. Ornamennya sangat kental dengan ornamen Tionghoa.

 

Diberi nama Masjid Cheng Ho sebagai bentuk penghormatan kepada laksamana asal negeri tirai bambu tersebut. Saat memasuki masjid, Anda akan disambut dengan pintu yang menyerupai bentuk pagoda. Di sana ada juga relief naga dan patung singa yang terbuat dari lilin, lengkap dengan tulisan Allah di puncak pagoda. Masjid Muhammad Cheng Ho berdiri di atas tanah seluas 21 X 11 meter persegi, dengan luas bangunan utama 11 X 9 meter persegi. Arsitekturnya yang memadukan dua budaya, Tionghoa dan Arab, menjadi ciri khas masjid ini.

Latest Article

Masjid Iwye 30 Juni 2022
Masjid Al-Alam 29 Juni 2022
Masjid Raya Birmingham 28 Juni 2022
Masjid Tiban Malang 24 Juni 2022